PEMUDA DAN SOSIALISASI

photo

1. INTERNALISASI BELAJAR DAN SPESIALISASI

Masa   remaja   adalah   masa   trans isi dan secara   psikologrs     sangat problernatis,   masas ini memungkinkan   mereka bcrada dalam anomi (keadaan tanpa norma atau hukum, Red) akibat kontradiksi   norma maupun orientasi mendua. Dalam keadaan demikian, seringkali muncul perilaku menyirnpang atau kecenderungan   melakukan pelanggaran.   Kondisi ini juga memungkinkan mereka menjadi sasaran pengaruh media massa.

ORIENTASI MENDUA

Sedangkan   mengenai orientasi rnendua. menurut Dr. Male, adalah orientasi yang berturnpu pada harapan orang tua, masyarakat dan bangsa yang sering bertentangan   dengan   keterikatan serta loyalitas terhadap peer (teman sebaya), apakah itu di lingkungan   belajar (sekolah) atau di luar sekolah.

PERAN MEDIA MASSA

Menurut Zulkarimen   Nasution,   dewasa ini tersedia ban yak pilihan isi informasi.

Dengan demikian, kesan semakin perrnisitnya   masyarakat juga tercermin pada isi media yang beredar. Semen tara masa remaja yang merupakan peri ode peralihan   dari masa kanak-kanak   menuju masa dewasa, ditandai   beberapa ciri. Pertama,   keinginan   memenuhi   dan menyatakan   identitas   diri. Kedua, kemampuan   melepas diri dari ketergantungan   orang tua. Ketiga, kebutuhan memperoleh   akseptabilitas   di tengah sesama remaja.

Ciri-ciri ini menyebabkan   kecenderungan     remaja melahap begitu saja arus informasi yang serasi ‘dengan selera dan keinginan mereka. Zulkarimen juga mengamati, para tetua yang tadinya berfungsi sebagai penapis infonnasi atau pemberi   rekornendasi   terhadap   pesan-pesan   yang diterima   kini tidak berfungsi   sebagai sediakala.

Sebagai jalan ke luar ahli komunikasi   ini melihat perJunya mernbekali remaja   dengan   keterampilan     berinformasi     yang   mencakup   kernarnpuan menemukan,     memilih,     menggunakan       dan   mengevaluasi       informasi. Keterampilan   ini ada baiknya disisipkan lewat pelajaran yang ada di sekolah, sehingga secara builtin menjadi bagian   yang utuh dari keseluruhan   prcstasi belajar remaja di sekolah masing-masing.

PERLU DIKEMBANGKAN

Arif Gosita SH yang berbicara mengenai kecenderungan-kecenderungan relasi orang tua dan remaja (KROR) menyatakan   KROR positif merupakan faktor pendukung hubungan orang tua dan remaja yang edukatif. Sedang yang negatif merupakan   faktor yang tidak mendukung   karena bersifat destruktif dan konfrontatif.

Mengembangkan     KROR yang positif,   menurut   Arif Gosita bukan hal yang mudah karena harus menghadapi   KROR negatif yang terus berkernbang, akibat situasi dan kondisi tertentu misalnya perubahan   sosial.

Sementara itu Suwarniayati Sartomo berpendapat, remaja sebagai individu dan mas a pancaroba   mempunyai penilaian   yang belum mendalam   terhadap norma, etika dan agama seperti halnya orang dewasa. Dari penelitian   yang dilakukan   diketahui,   pada umumnya   responden   merasa   tidak sepenuhnya bertanggung   jawab terhadap masalah kenakalan   remaja. Mereka menganggap tanggung jawab mengenai masalah kenakalan remaja sepenuhnya   berada di pihak yang berwajib.

2. PEMUDA DAN IDENTITAS

Pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani bermacam­ macam harapan, terutama dari generasi lainnya. Hal ini dapat dimengerti karena pemuda diharapkan sebagai generasi penerus, generasi yang akan melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya, generasi yang harus mengisi dan melangsungkan estafet pembangunan secara terus menerus.

Lebih menarik lagi   pada   generasi   ini mempunyai permasalahan­ permasalahan yang sangat bervariasi, di mana jika permasalahan ini tidak dapat diatasi secara proporsional maka pemuda akan kehilangan fungsinya sebagai penerus pembangunan.

Proses sosialisasi generasi muda adalah suatu proses yang sangat menentukan kemampuan diri pemuda untuk menselaraskan diri di tengah­ tengah kehidupan masyarakatnya. Oleh karena itu pada tahapan pengembangan dan pembinaannya, melalui proses kematangan   dirinya dan belajar pada berbagai media sosialisasi yang ada di masyarakat, seorang pemuda harus mampu menseleksi berbagai kemungkinan yang ada sehingga mampu mengendalikan diri dalam hidupnya di tengah-tengah masyarakat, dan tetap mempunyai motivasi sosial yang tinggi.

a. Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda

Pola Dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam keputusan Menteri Pendidikan

dan Kebudayaan Nomor: 0323/UI1978 tanggal 28 Oktober 1978. Maksud dari Pola Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda adalah agar semua pihak yang turut serta dan berkepentingan dalam penanganannya benar-benar menggunakan sebagai pedoman sehingga pelaksanaannya dapat terarah, menyeluruh dan terpadu   serta dapat mencapai sasaran dan tujuan. yang dimaksud.

Pola Dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda disusun berlandaskan :

1)   Landasan idiil (Pancasila)

2) Landasan konstitusional (Undang-Undang Dasar 1945)

3) Landasan strategis (Garis-garis Besar Haluan Negara)

4) Landasan historis (Sumpah   Pemuda   Tahun     1928   dan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945)

5) Landasan normatif (Etika, tata nilai dan tradisi luhur yang hidup dalam masyarakat.)

Motivasi dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda bertumpu pada strategi pencapaian tujuan nasional, seperti telah terkandung di dalam Pembukaan UUD 1945 alinea IV.

Apabila pemuda pada   mas a sekarang terpisah dari persoalan-persoalan masyarakatnya,   maka sulit akan lahir pemimpin   masa datang yang dapat memimpin bangsanya sendiri. Dalam hal ini Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda menyangkut dua pengertian   pokok, yaitu :

Generasi muda sebagai obyek pembinaan dan pengembangan   ialah mereka yang           masih   memerlukan     pembinaan     dan pengembangan     ke arah pertumbuhan           potensi dan kemampuan-kernampuannya     ke tingkat   yang optimal     dan belum   dapat bersikap   mandiri   yang melibatkan   secara fungsional.

3. PERGURUAN DAN PENDIDIKAN.

A. MENGEMBANGKAN POTENSI GENERASI MUDA

Jika pada abad ke 20 ini Planet Bumi dihuni oleh mayoritas   penduduk berusia muda, dengan perkiraan berusia 17 tahunan, tentu akan menimbulkan beberapa pertanyaan.   Dua di antara deretan pertanyaan   yang muncul adalah: Apakah generasi   muda itu telah mendapat   kesempatan   mengenyam   dunia pendidikan dan keterampilan   sebagai modal utama bagi insan pembangunan? Sampai di mana penyelenggaraan   pendidikan formal dan non formal berperan bagi pernbangunan,   terutama bagi negara-negara     yang sedang berkembang?

Pada kenyataannya   negara-negara   sedang berkembang   masih banyak mendapat kesulitan untuk penyelenggaraan   pengembangan   tenaga usia muda melalui pendidikan. Sehubungan dengan itu negara-negara sedang berkembang merasakan   selalu kekurangan   tenaga   terampil   dalam   mengisi   lowongan­ lowongan pekerjaan tertentu yang rneminta tenaga kerja dengan keterampi Ian khusus. Kekurangan tenaga terampil   itu terasa manakala negara-negara   sedang berkembang     merencanakan     dan berarnbi s i untuk   rnengembangh.an     dan memanfaatkan   surnber-sumber alam yang mereka   rniliki. Misalnya   dalarn eksplorasi dan eksploitasi   sektor pertambangan,   baik yang berlokasi di darat maupun yang ada di lepas pantai. Hal yang sarna juga dirasakan   manakala negara-negara sedang berkembang berniat   untuk melaksanakan   program-program   industrialisasi   yang menuntut tenaga-tenaga   terampil berkualitas   tinggi.

B. PENDIDIKAN DAN PERGURUAN TlNGGI.

Namun demikian   tidak dapat disangkal   bahwa   kualitas   sumber daya manusia     merupakan     faktor   yang   sangat   menentukan     dalam   proses pembangunan.   Hal ini karena manusia   bukan semata-mata   menjadi obyek pembangunan,   tetapi sekaligus juga merupakan subyek pernbangunan. Sebagai subyek pembangunan   maka setiap orang harus terlibat seeara aktif dalam proses pembangunan;   sedangkan   sebagai obyek, maka hasil pembangunan tersebut harus bisa dinikmati   oleh setiap orang.

Disinilah     terletak   arti penting   dari pendidikan   sebagai   upaya untuk terciptanya kualitas sumber daya manusia, sebagai prasarat utama dalam pembangunan.   Suatu bangsa akan berhasil dalam pembangunannya     seeara

‘self propelling’   dan tumbuh menjadi bangsa yang maju apabila telah berhasil memenuhi     minimum   jumlah   dan   mutu   (termasuk     relevansi     dengan pembangunan) dalam pendidikan penduduknya. Modernisasi Jepang agaknya merupakan   contoh prototipe dalam hubungan ini.

Iklan

INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT

Picture1

INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT

1) PENGERTIAN INDIVIDU

Individu berasal dari kata latin, “individuum” yang artinya yang tak terbagi. Kata individu merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling keeil dan terbatas. Kata individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan, demikian pendapat Dr. A. Lysen.

2) PENGERTIAN KELUARGA

Ada beberapa pandangan atau anggapan mengenai keluarga. Menurut Sigmund Freud keluarga itu terbentuk karena adanya perkawinan pria dan wanita. Bahwa   perkawinan     itu menurut   beliau adalah   berdasarkan     pada libido seksualis.   Dengan   demikian   keluarga   merupakan   manifestasi   daripada   dorongan seksual sehingga   landasan   keluarga   itu adalah   kehidupan   seksual   suami isteri.

Perlu kita ketahui   bahwa   nafsu seksual   mernangharus     dijuruskun   den gall cara-cara   yang dapat diterima   oleh norma hidup. Namun   hidup seksual   itutidak langgeng   sebab   seksualitas     manusia   akan   mati sebelum   manusia   itu sendiri mati.   Kehidupan       seksual   manusia   itu berubah-ubah     dari masa   kernasa,   dari umur   ke umur   dan   keadaan   yang satu keadaan   yang   lain.

Oleh   karena   itu apabila   keluarga     ini benar-henar     dibangun     atas dasar hidup   seksual,   maka   keluarga     itu akan   lebih   goyah   terus   dan akan   segera pecah setelah kehidupan   seksual   suami ixteri itu hilang.   Hal ini kurang   realistis. Lain   halnya     Adler   berpendapat       bahwa   mahligai     keluarga     itu dibangun berdasarkan     pada   hasrat   atau   nafsu   bcrkuasa.     Tetapi   inipun   tidak   realistis sebab   menurut   nalar keluarga     yang dibangun   di atas dasar   nafsu   menguasai itu tidak pernah   sejahtera.   Padahal   yang dicita-citukan     adalah keluarga   bahagia sejahtera.

3) PENGERTIAN MASYARAKAT

Drs. JBAF Mayor Polak menyebut   masyarakat   (Society) adalah wadah segenap antar hubungansosial   terdiri atas banyak sekali kolektiva-kolektiva serta kelompok dan tiap-tiap kelompokterdiri   alas kelornpok-kelornpok lebih baik atau subkelompok.

Kemudian   pendapat   dari   Prof. M.M. Djojodiguno   tentang masyarakat adalah suatu kebulatan daripada segal a perkembangan   dalam hidup bersama an tara manusia dengan man usia. Akhirnya Hasan Sadily berpendapat   bahwa masyarakat   adalah   suatu keadaan badan atau kumpulan manusia yang hidup bersama.

JeJasnya : Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki ratanan kehidupan,   norma-norma,   adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya.

Tatanan   kehidupan,     norma-norma   yang mereka memiliki   itulah yang menjadi dasar kehidupan   sosial dalam lingkungan   mereka, sehingga dapat membentuk suatu kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri kehidupan yang khas. Dalam lingkungan itu, an tara orang tua dan anak, antara   ibu danayah, antara kakek dan cucu. antara sesama kaum laki-laki atau sesama kaum wanita, atau antara kaum laki-laki dan kaum wanita, larut dalam suatu kehidupan yang teratur   dan terpadu   dalam   suatu kelompok   manusia,   yang disebut masyarakat.

Tatanan   kehidupan,     norma-norma   yang mereka memiliki   itulah yang menjadi dasar kehidupan   sosial dalam lingkungan   mereka, sehingga dapat membentuk suatu kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri kehidupan yang khas. Dalam lingkungan itu, an tara orang tua dan anak, antara   ibu danayah, antara kakek dan cucu. antara sesama kaum laki-laki atau sesama kaum wanita, atau antara kaum laki-laki dan kaum wanita, larut dalam suatu kehidupan yang teratur   dan terpadu   dalam   suatu kelompok   manusia,   yang disebut masyarakat.

Menilik kenyataan di lapangan, suatu kelompok masyarakat dapat berupa suatu suku bangsa. bisajuga berlatar belakang dari berbagai suku. Contoh   : yang disebut   masyarakat   Jakarta   atauorang   Betawi,   pada hakikatnya   berakar dan bernenekmoyang   dari berbagai suku. Salah satu di antaranyaadalah   suku Sunda, Jawa Barat. Erat kaitannyadengan   itu tatanan kehidupan,   norma-norma   dan adatistiadat   yang memberi warna   kepribadian orang Betawi, salah satu diantaranya   berakar dan berasal dari kebudayaan dan kepribadian   suku Sunda   dan Jawa Barat.   Dalam   pertumbuhan   dan perkembangan   suatu masyarakat,   dapat digolongkan   menjadi   masyarakat sederhana dan masyarakat   maju (masyarakat   modern).

a) Masyarakat Dalam lingkunganmasyarakat   sederhana (primitif) pola pembagian   kerja cenderung     dibedakan   menurut   jenis   kelamin. Pembagian kerja dalam bentuk lain tidak terungkap dengan jelas,   sejalan dengan   pola kehidupan dan pola perekonomian   masyarakat primitif atau belum sedemikian   rupa seperti pada masyarakat   maju.

b) Masyarakat   maju. Masyarakat   maju memiliki   aneka ragam keJompok s o s ial , atau   lebih   akrab   dengan   sebu t an kelompok     organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang   berdasarkan   kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai. Organisasi kemasyarakatan   itu dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan terbatas sampai pada cakupan nasional, regional maupun internasional.

Dalam   lingkungan     masyarakat   maju,   dapat   dibedakan   sebagai kelompok masyarakat   non industri dan masyarakat   industri.

(1) Masyarakat   Non Industri

Secara garis besar, kelompok   nasional at au organisasi   kemasyarakatan non industri dapat digolongkan   menjadi dua golongan,   yaitu kelompok primer (primary group) dan kelompok sekunder (secondary   group).

(a) Kelompok primer

Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih   intensif, lebih erat, lebih akrab. Kelompok primer ini disebut juga kelompok “face to face group”,   sebab para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, karena itu saling mengenal lebih dekat, lebih akrab. Sifat interaksi dalam kelompok-kelompok     primer   bercorak   kekeluar   gaan dan lebih berdasarkan     simpati.

(b) Kelompok   sekunder

Antara anggota kelompok   sekunder, terpaut saling hubungan tak langsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh karena yaitu, sifat interaksi, pembagian kerja. pembagian   kerja antaranggota kelompok di atur atas dasar pertimbangan-pertirnbangan       rasional. obyektif. Para anggota menerima pembagian kerja/pembagian   tugas atas dasar kernampuan:

keahlian tertentu, di samping dituntut dedikasi. Hal-hal sernacarn itu diperlukan untuk mencapai target dan tujuan tertentu yang telah di flot dalam program-program   yang telah sama-sama   disepakati. Contoh-contoh kelompok sekunder,   misalnya : partai                  politik, perhimpunan serikat kerja/serikat   buruh, organisasi profesi dan sebagainya.   Berlatar belakang   dari pengertian              resmi   dan tak resmi,   maka   tumbuh   dan berkembang kelompok   formal (formal group) atau lebih akrab dengan sebutan kelompok   resmi, dan kelompok   tidak resmi (informal   group). Inti perbedaan   yang terjadi adalah :

Kelompok   tidak resmi (informal group) tidak berstatus resmi dan tidak didukung   oleh Anggaran   Dasar (AD) dan           Anggaran   Rumah tangga   (ART) seperti yang lazim berlaku pada kelompok resmi.

(2) Masyarakat   Industri

Durkheim mempergunakan   variasi pembangian   kerja sebagai dasar untuk     mengklasifikasikan masyarak   at.   se suai     dengan     taraf perkembangannya.     Akan tetapi ia lebih cenderung   mempergunakan   dua taraf klasifikasi,   yaitu yang sederhana dan yang kompleks. Masyarakat­ masyarakat   yang berada   di tengah   kedua eksterm   tadi diabaikannya (Soerjono   Soekanto,   1982 : 190).

Jika pembagian   kerja bertambah   kompleks,   suatu tanda bahwa kapasitas   masyarakat semakintinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan   antara kelornpok-kelompok   masyarakat yang telah mengenal pengkhususan.Otonomi     sejenis, juga menjadi ciri daribagianl kelompok-kelornpok   masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan   kepandaian/keahlian       khusus   yang dimiliki   seseorang   secara mandiri, sampai pada batas-batas   tertentu.

Contoh-contoh   : tukang roti, tukang sepatu.tukang   bubut, tukang las, ahli mesin, ahli listrik dan ahli dinamo,   mereka dapat bekerja secara mandiri.

  1. HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU,   KELUARGA DAN MASYARAKAT

 

MAKNA INDIVIDU

Manusia adalah makhluk   individu.   Makhluk   individu   berarti makhluk yang tidak dapat dibagi-bagi.   tidak dapat dipisah-pisahkan   an tara jiwa dan raganya.

Para ahli Psikologi modern menegaskan   bahwa   manusia itu merupakan suatu kesatuan   nwa raga yang kegratannya   sebagai   keseluruhan,   sebagai kesatuan. Kegiatan manusra sehari-hari merupakan kegiatan keseluruhan jiwa raganya.   Bukan hanya kegiatan alar-alar tubuh saja, atau bukan hanya aktivitas dari kernampuan-kemampuan     jiwa satu persatu terlepas daripada yang lain.

Contoh : Manusia sebagai makhluk individu   mengalami        kegembiraan        atau kecewa akan terpaut dengan jiwa raganya. Tidak hanya dengan mata, telinga, tangan, kernauan, dan perasaan     saja.

Kenyataan-kenyataan   yang kita dapati dalam kehidupan sehari-hari setiap individu   berkembang   sejalan   dengan   ciri-ciri   khasnya,   walaupun   dalam kehidupan lingkungan   yang sarna. Contohnya yang sangat tepat adalah anak kernbar. Dua individu manusia yang berasaI dari satu keturunan   yangsama. Bersumber   dari satu indung telur, tetapi toh-tetap memiliki karakter ramah tarnah, periang,   dan mudah   bergaul   dengan   ternan-ternan   sebaya   dalam Iingkungannya.   Anak yang satu lagi bersifat tertutup. pernalu, sukar bergaul dengan ternan-ternan   sebaya dan lingkugnannya.

MAKNA KELUARGA

Keluarga adalah merupakan kelornpok primer yang paling penting di dalam masyarakat.     Keluarga   merupakan     sebuah   group   yang   terbentuk     dari perhubungan     laki-Iaki   dan wanita,   perhubungan     mana sedikit   banyak berlangsung   lama untuk menciptakan   dan membesarkan   anak-anak.   Jadi keluarga   dalam   bentuk   yang murni   merupakan   satu kesatuan   sosial ini rnernpunyai   sifat-sifat     tertentu   yang   sama,   dirnana   saja dalam   satuan masyarakat   manusia. Di sini kita sebutkan   5 macam   sifat yang terpenting, yaitu :

Hubungan     suami-isteri :

Hubungan     ini mungkin   berlangsung     seumur   hidupdan     mungkin     dalam waktu   yang singkat   saja. Adayang   berbentuk     monogorni,     ada pula yang poligami.     Bahkan   masyarakat     yang sederhana   terdapat   “group   married”, yaitu   sekelompok     wanita   kawin   dengansekelompok         laki-laki. Bentuk   perkawinan     di mana   suami-isteri     itu diadakan   dan dipelihara. Dalam   pemilihan     jodoh   dapat   kita   lihat,   bahwacalon     suami-isteri       itu dipilihkan   oleh orang-orangtua       mereka.   Sedang   pada masyarakat     lainnya diserahkan   pada orang-orang     yang bersangkutan.     Selanjutnya     perkawinan ini   ada   yang   berbentuk     indogami     (yakni   kawin   di dalam   golongan seada     pula   yang berbentuk     exogami,     yaitu   kawin   diluar   golongan sendiri).

  1. MAKNA MASYARAKAT

Seperti halnya dengan definisi sosiologi yangbanyak jumlahnya kita dapati pula   definisi definivi tentang masyarakat   yang juga tidak sedikit. Oefinisi adalah   sekedar   alat ringkat   untuk memberikan   batasan-batasan     mengenai sesuatu persoalan   atau   pengertian   ditinjau daripada   analisa. Analisa inilah yang memberikan   ani yang jernih Jan kokoh dari sesuatu pengertian.

Mengenai   arti masyarakat   ini, baiklah di sinikita kemukakan   beberapa definisi mengenai masyarakat   itu, seperti misalnya :

  1. R. Linton: Seorang ahli antropologi mengemukakan, bahwa masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sarna, sehingga mereka itu dapat mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu.
  1. M.J. Herskovist : menulis bahwa masyarakat adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti satu cara hidup tertentu.

Di dalam hubungan antara manusia dengan manusia lain, yang penting ialah reaksi sebagai akibat dari hubungan tadi. Reaksi ini yang menyebabkan hubungan   manusia   bertambah   luas. Misalnya   seorang   yang menyanyi   ia memerlukan   reaksi berupa   pujian   at au celaan   guna mendorong   tindakan selanjutnya.   Di dalam memberikan   reaksi tersebut ada kecenderungan   untuk menserasikan   dengan tindakan orang lain.

Hal ini disebabkan   manusia sejak lahir mempunyai   2 hasrat/keinginan, yaitu :

Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain disekelilingnya   (yaitu masyarakat),   ilmu sosial.

Keinginan untuk menjadi satu dengan suasana sekelilingnya.

Untuk dapat menyesuaikan diri dengan kedua lingkungan tersebut manusia menggunakan pikiran untuk dapat menghadapi udara dingin, alam yang kejam, dan sebagainya manusia menciptakan   rumah, pakaian dan lain-lainnya. Manusia juga harus makan, agar tetap sehat; untuk itu ia mengambil makanan sebagai hasil   dari alam sekitarnya   dengan   menggunakan     akal.   Untuk   mencari makanannya,   manusia di laut mencari ikan sebagai   nelayan, dihutan manusia terbaru.

Kesemuanya   itu ditimbulkan   kelompok-kelompok     sosial (sosial groups)

dalam   kehidupan   manusia, karena manusia tak mungkin hidup sendiri.

URBANISASI DAN URBANISME

Sehubungan   dengan   perbedaan   antara   masyarakat   pedesaan   dengan masyarakat   perkotaan,   kiranya   perIu pula disinggung   perihal   urbanisasi. Urbanisast   adalah suatu proses berpindahnya   penduduk   dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan   bahwa urbanisasi   merupakan   proses terjadinya masyarakut   perkotaan.

Proses urbanisasi   boleh dikatakan   terjadi di seluruh dunia, baik pada negara-negara   yang sudah maju industrinya mupun yang secara relatif belum mernilik i industri. Bahwa urbanisasi   mempunyai   akibat-akibat   yang negatif terutama dirasakan   oleh negara yang agraris seperti Indonesia   ini. Hal ini terutarna disebabkan karena pada umumnya produksi pertanian sangat rendah apabila   dibandingkan   dengan jumlah   manusia   yang dipergunakan   dalam produksi tersebut dan boleh dikatakan   bahwa faktor kebanyakan   penduduk dalam suatu daerah “over-population”   merupakan gejala yang umum di negara agraris yang secara ekonomis masih terbelakang.

Prose-, urbansiasi dapat terjadi   dengan lambat maupun cepat, hal mana tergantung daripada keadaan masyarakat yang bersangkutan.   Proses   tersebut terjadi dengan menyangkut   dua aspek. yaitu :

perubahannya   masyarakat   desa menjadi masyarakat   kota

bertambahnya penduduk kota yang disebabkan   oleh mengalimya penduduk yang berasal dari desa-desa (pada umumnya disebabkan karena penduduk desa merasa tertarik oleh keadaan di kota).

Sehubungan   dengan proses tersebut di atas, maka ada beberapa   sebab yang mengakibatkan   suatu daerah tempat tinggal mempunyai penduduk yang baik. Artinya adalah, sebab suatu daerah mempunyai   daya tarik sedemikian rupa, sehingga orang-orang   pendatang   semakin banyak. Secara umum dapat dikatakan bahwa sebab-sebabnya   adalah sebagai berikut :

1)   Daerah yang termasuk menjadi pusat pemerintahan   atau menjadi ibukota

(seperti contohnya   Jakarta).

2)   Tempat   tersebut   letaknya   sangat   strategis     sekali   untuk   usaha-usaha perdagangan/perniagaan,       seperti misalnya   sebuah kota pelabuhan   atau sebuah             kota yang Ietaknya   dekat pada sumber-sumber     bahan-bahan mentah.

3)        Timbulnya   industri di daerah itu, yang memproduksikan   barang-barang maupun jasa-jasa.

Indahnya Kumpulan Galaksi Terjauh yang Berhasil Diungkap Hubble

Teleskop antariksa Hubble mengabadikan citra yang mengagumkan, pemandangan terjauh di jagat raya. Pemandangan ini mengungkap ribuan galaksi berjarak miliaran tahun cahaya dari Bumi.

Citra yang dihasilkan disebut eXtreme Deep Field (XDF). Citra dihasilkan dari kombinasi pengamatan teleskop Hubble selama 10 tahun pada sepetak langit. Beberapa galaksi yang diungkap lewat citra ini bahkan sepermiliar lebih redup dari yang bisa dilihat manusia.

XDF adalah sekuel dari citra Hubble Ultra Deep Field yang diambil tahun 2003 dan 2004. Namun, XDF menyuguhkan citra yang lebih jauh hingga masa 13,2 miliar tahun yang lalu. Semesta sendiri tercipta 13,7 miliar tahun lalu lewat Big Bang.

“XDF adalah citra yang paling dalam yang pernah didapatkan dan mengungkap galaksi paling jauh dan redup yang pernah dilihat,” kata Garth Illingworth dari University of California, Santa Cruz.

“XDF memungkinkan kita mengeksplorasi waktu jauh ke belakang,” tambah pimpinan invesgitasi Hubble Ultra Deep Field tahun 2009 ini, seperti dikutip Space.com.

Dalam citra tersebut, terungkap ragam bentuk galaksi, mulai yang berbentuk spiral seperti Bimasakti, hingga yang berupa gumpalan, sebagai hasil dari tumbukan antar-galaksi. Galaksi yang kecil dan redup yang bisa jadi merupakan biji dari galaksi saat ini pun tampak.

XDF sebenarnya hanya menyuguhkan galaksi yang berada di bagian selatan konstelasi Formax. Area wilayah ini hanya sepersekian dari area Bulan Purnama. Di wilayah itu saja, Hubble sudah mengungkap 5.500 galaksi.

XDF pun mengungkap galaksi termuda yang pernah ada, berumur hanya 450 tahun lebih muda dari Big Bang. Hubble diluncurkan pada tahun 1990 atas kerja sama Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat NASA dan European Space Agency.

Sumber :
kompas.com

Wow, Inilah Galaksi Spiral Terbesar di Jagad Raya

Galaksi Bimasakti tempat bumi berada masih kalah besar dengan galaksi yang satu ini, galaksi spiral atau NGC 6872. Besarnya 5 kali lipat Bimasakti.

Galaksi ini terletak pada jarak 212 juta tahun cahaya dari Bumi di konetlasi Pavo. Jarak antar dua lengan pada galaksi ini mencapai 522.000 tahun cahaya, sementara pada Bimasakti hanya 100.000 tahun cahaya.

NGC 6872 sebelumnya telah dikategorikan sebagai salah satu galaksi spiral tersebut. Namun, bukti bahwa galaksi itu merupakan yang terbesar baru diperoleh setelah astronom melakukan observasi dengan Galaxy Evolution Explorer spacecraft (GALEX).

“Tanpa kemampuan GALEX mendeteksi cahaya ultraviolet dari bintang muda dan panas, kita tak bisa mengetahui keseluruhan sistem yang menarik ini,” kata Rafael Eufrasio dari Goddard Space Flight Center, Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA).

Simulasi komputer menunjukkan, NGC 6872 memiliki ukuran dan bentuk luar biasa karena interaksinya dengan galaksi tetangga, IC 4970. Galaksi itu hanya punya 20 persen massa NGC 6872. Sekitar 130 juta tahun lalu, dua galaksi berada pada posisi terdekat, mempengaruhi aktifitas NGC 6872.

Hasil riset seperti diberitakan Space, juga mengungkap bahwa bar di spiral NGC 6782 memiliki radius yang besar, mencapai 26.000 tahun cahaya. Sejauh ini, tak ada aktifitas pembentukan bintang di wilayah itu. Artinya, struktur itu terbentuk miliaran tahun lalu.

Eufrasio mengumumkan hasil risetnya pada ajang American Astronomy Society ke 221 di Amerika Serikat.

Bagaimana Cara Astronom Menentukan Usia Sebuah Bintang?

Bagi kebanyakan orang, bila kita melihat bintang di langit, tentunya kita mendapatkan bahwa semua bintang hampirlah serupa satu sama lain, yaitu bola gas yang berpijar kemerlap. Pertanyaannya adalah, bagaimanakah kita tahu berapa usia bintang itu?

https://i1.wp.com/www.le.ac.uk/physics/faulkes/web/images/stars.jpg

Belum lama ini, astronom telah mendapatkan sebuah metode untuk menentukan usia bintang secara akurat dari mengamati bagaimana bintang itu berotasi. Bagaikan sebuah gasing yang diputar di atas meja, maka seberapa cepat atau lambat bintang itu berotasi dapat menjadi penentu waktu berapakah usia sebuah bintang.

Hal tersebut disampaikan oleh astronom bernama Soren Meibom dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics pada pertemuan American Astronomical Society ke 218.

Mengapa para astronom perlu memahami usia sebuah bintang?

Kajian usia bintang mempunyai peran yang sangat penting pada berbagai studi di astronomi, secara khusus tentunya bagi pencarian planet-planet di luar Tata Surya, mempelajari bagaimana pembentukannya, perkembangannya, dan mengapa setiap sistem keplanetan yang telah ditemukan begitu unik satu dengan yang lainnya.

Dengan mengetahui usia bintang, maka kita dapat menentukan usia planet-planetnya, serta apakah mungkin ada kehidupan yang sempat tumbuh di luar sana.

Semakin tua usia planet, semakin besar kemungkinan kehidupan terbentuk, karena sebagaimana yang telah diketahui sistem keplanetan yang berada pada sebuah bintang biasanya terbentuk bersamaan dengan kelahiran bintang itu sendiri.

Mengetahui usia bintang cenderung mudah untuk ditentukan apabila bintang yang akan diukur itu berada di dalam sebuah sistem gugus bintang.

Adalah pengetahuan dasar bagi astronomi untuk mendapatkan hubungan warna dan kecerlangan bintang-bintang di dalam gugus guna menentukan usia gugus, akan tetapi kondisinya akan menjadi sangat sulit apabila bintang yang akan ditentukan usianya tidak berada dalam satu sistem gugus.

Sebagaimana bintang-bintang yang telah ditemukan mempunyai sistem keplanetan, kebanyakan tidak berada di dalam gugus, sehingga menentukan usianya menjadi tantangan tersendiri dalam studi astronomi.

Penelitian yang dilakukan oleh Meibon dkk mempergunakan pengamatan dari wahana Kepler, dengan melakukan pengukuran rasio rotasi pada sebuah gugus berusia 1 milyar tahun yang disebut sebagai NGC 6811.

https://i1.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2011/05/trueage.jpg
NGC 6811

Nilai ini hampir mencapai dua kali lipat dari penelitian sebelumnya, dan usia sekitar itu masih dikatakan penyelidikan pada gugus muda.

Penelitian ini memberi pemahaman baru pada hubungan rasio rotasi bintang dengan usianya. Jika kesahihan hubungan rotasi bintang dan usia dapat diperoleh, maka pengukuran periode rotasi bintang dari setiap bintang dapat dipergunakan untuk menentukan usianya – sebuah teknik yang disebut sebagai gyrochronology, tetapi hal ini tidak serta merta dapat dipergunakan.

Sebagaimana sistem waktu di Bumi yang memerlukan standar, maka sistem penentuan waktu (usia) tersebut harus dapat dikalibrasikan kepada sebuah standar.

Sebagaimana kita di Bumi menyatakan bahwa satu tahun terdiri dari 365 hari, dst, maka agar dapat mendapat kesesuaian waktu, harus dapat diperoleh sebuah kestandaran.

Untuk itu, maka langkah pertama yang para peneliti itu lakukan adalah memulai dari pengukuran sebuah sistem gugus yang telah diketahui usianya.

Dengan mengukur rotasi pada bintang-bintang anggota gugus, dapat dipelajari rasio putaran bintang-bintangnya untuk menentukan usia-usianya. Pengukuran rotasi bintang anggota gugus pada usia yang berbeda dapat menghubungkan antara putaran dan usianya.

Untuk dapat mengukur putaran bintang, astronom harus mendapatkan perubahan kecerlangan bintang akibat adanya bintik bintang pada permukaan bintang, sebagaimana bintik Matahari pada permukaan Matahari.

https://i0.wp.com/images.iop.org/objects/phw/news/15/5/32/star2.jpg

Bila ada bintik terbentuk pada permukaan dan berada pada arah ke pengamat, maka bintang akan mengalami sedikit peredupan, sampai ketika bintik itu menghilang, dan bintang kembali sedikit lebih cerlang.

Dengan menentukan berapa lama bintik itu berotasi pada permukaan bintang, maka dapat ditentukan berapa cepat bintang yang diamati berotasi.

Tentunya perubahan kecerlangan bintang akibat bintik adalah sangat-sangat kecil, lebih kecil dari satu persen dan menjadi lebih kecil lagi pada bintang yang lebih tua.

Dengan demikian pengukuran rotasi bintang pada bintang-bintang yang lebih tua dari setengah milyar tahun tidak dapat dilakukan dari permukaan Bumi dikarenakan gangguan atmosfer Bumi.

https://i0.wp.com/nationalgeographic.co.id/admin/files/daily/201105241617330_n.jpg

Tetapi permasalah itu saat ini telah dapat diatasi mempergunakan pengamatan wahana Kepler, karena wahana itu telah dirancang guna mengukur kecerlangan bintang dengan sangat presisi guna penentuan adanya sistem keplanetan pada bintang-bintang.

Tentunya menentukan hubungan usia-rotasi pada kasus NGC 6811 ini bukanlah pekerjaan mudah bagi Meibom dkk karena mereka telah menghabiskan waktu empat tahun menentukan bintang-bintang anggota gugus atau kebetulan bintang lain yang berada pada arah pandang yang sama.

Hal ini dilakukan mempergunakan peralatan yang disebut Hectochelle yang terpasang pada teleskop MMT di Mt. Hopkins Arizona selatan. Alat Hectochelle dapat mengamati 240 bintang secara bersamaan, dan dengan demikian telah mengamati sekitar 7000 bintang selama empat tahun pengamatannya.

Setelah mengetahui bintang-bintang yang merupakan anggota gugus, maka selanjutnya data dari Kepler dipergunakan untuk menentukan seberapa cepat bintang-bintang itu berputar.

Mereka menemukan periode rotasi antara 1 sampai 11 hari (yang lebih panas dan masif berputar lebih cepat), dibanding dengan Matahari yang rasio putarannya hanya 30 hari.

Yang paling penting dari temuan mereka adalah adanya hubungan massa bintang dengan rasio rotasi dengan sebaran data yang kecil. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa gyrochronology adalah metode baru yang dapat dipergunakan untuk mempelajari usia sebuah bintang.

Tim Meibom saat ini berencana untuk mempelajari sistem gugus yang lebih tua guna mengkalibrasi penentu waktu bintang mereka. Ini tentunya merupakan langkah yang lebih sulit karena bintang yang lebih tua berputar lebih lambat dan memiliki lebih sedikit bintik-bintik, yang artinya perubahan kecerlangannya akan sangat-sangat kecil.

Pekerjaan Meibom dkk itu telah menjadi sebuah lompatan dalam pemahaman pada bagaimanakah bintang-bintang di langit (termasuk Matahari) bekerja, demikian juga pada pada pemahaman sistem keplanetan di bintang-bintang yang jauh.

Observatorium Herschel Berhasil Menemukan Angin Perusak Galaksi

Observatorium infra merah luar angkasa Herschel milik European Space Agency (ESA) telah mendeteksi pergerakan angin yang terdiri dari molekul gas yang mengalir pergi dari galaksi.

Angin yang sudah dipantau selama bertahun-tahun ini diduga memiliki kekuatan yang cukup untuk memusnahkan galaksi yang terdiri dari gas dan menghentikan pembentukan bintang sejak dini.

https://i2.wp.com/media.vivanews.com/thumbs2/2011/05/11/110729_hembusan-angin-penyebab-rusaknya-galaksi_300_225.jpg

Angin yang dideteksi Herschel tersebut sangat luar biasa. Sebagian bertiup sangat kencang, dengan kecepatan lebih dari 1.000 kilometer per detik. Angin ini 10 ribu kali lebih cepat dibandingkan dengan badai yang berhembus di Bumi.

“Ini kali pertama aliran gas molekular seperti itu bisa diamati dengan jelas dalam sebuah galaksi,” kata Echard Sturm, peneliti dari Max-Planck Institut, yang mengetuai penelitian, seperti dikutip dari Daily Galaxy.

Temuan ini, kata Sturm, merupakan hal yang penting karena bintang terbentuk dari gas molekular. Sementara aliran angin ini mencuri bahan-bahan milik galaksi yang dibutuhkan untuk membuat bintang baru. “Jika hembusannya cukup kuat, mereka bahkan bisa menghentikan total pembentukan bintang,” ucapnya.

“Dengan Herschel, kini kita bisa mempelajari apa pengaruh hembusan angin ini terhadap evolusi galaksi,” sebut Sturm.

Dari penelitian, disimpulkan bahwa hingga 1.200 kali lipat massa Matahari kita hilang setiap tahunnya akibat hembusan angin dahsyat tersebut.

Jumlah itu sama dengan terkurasnya persediaan gas milik galaksi untuk membentuk bintang antara satu sampai 100 juta tahun ke depan. Padahal, gangguan terhadap pembentukan bintang memiliki efek buruk pada galaksi tersebut.

Angin ini sendiri bisa jadi disebabkan oleh pengeluaran partikel dan cahaya yang sangat intens dari sebuah bintang baru atau bisa juga oleh gelombang kejut yang berasal dari ledakan bintang tua.

Alternatif lain, angin bisa dipicu oleh radiasi yang diakibatkan oleh zat-zat yang berputar kencang di sekitar lubang hitam, di tengah-tengah galaksi.

Apakah Mahluk Planet Lain Sungguh Ada?

Cerita tentang keberadaan alien selalu membangkitkan rasa ingin tahu. Mulai dari pengakuan banyak orang melihat piring terbang, analisa arkeolog yang bingung dengan penemuan dari masa lalu yang melampaui ‘kecerdasan’ di jamannya, hingga akhirnya observasi ke planet dan bintang yang jauh.

Secara logika, cukup beralasan kalau mahluk asing kemungkinan besar ada. Tinggal menunggu, apakah sains bisa menjawab? Dan, faktor apa saja yang mendukung keberadaan alien dari planet yang jauh? Ini alasannya:

Seratus Juta Galaksi
Mungkin ada 100.000.000 galaksi di alam semesata kita, karena diperkirakan ada 50 milyar galaksi yang terlihat dengan teleskop modern. Setiap galaksi harus memiliki sejumlah bintang di dalamnya, sebanyak ratusan miliar. Sekarang kita semua tahu bahwa bintang-bintang memiliki sistem planet, karena kehadiran bintang yang tertangkap teleskop pasti mendeteksi keberadaan planet-planet di dekatnya

Sekarang, jika galaksi yang ada, dan setiap galaksi memiliki planet di dalamnya, maka ada kemungkinan planet untuk memiliki air atau beberapa bentuk kehidupan di atasnya (meskipun hanya sejenis organisme kecil). Astrofisikawan terus mencari kehidupan di planet lain.

Bermilyar Bintang
Meskipun mungkin tidak ada bukti yang pasti kehidupan di planet-planet selain Bumi, namun alam semesta kita terdiri dari triliunan bintang. Dan penelitian menunjukkan bahwa beberapa tahun terakhir setidaknya 50 persen dari bintang-bintang yang ada menunjukkan keberadaan planet di dekatnya.

Ada air di beberapa planet
Kita semua tahu pentingnya air bagi kehidupan. Nah, ternyata penelitian menemukan ada kelimpahan air dalam sistem surya kita. Misalnya, fakta membuktikan bahwa air mungkin mengalir di bawah shell Mars.

Kemudian pada Europa (bulan Jupiter) memiliki jejak samudera cair di atasnya. Bahkan Venus, sebagian peneliti percaya mungkin memiliki sedikit air di atmosfernya. Sehingga cukup banyak menjadi bukti kemungkinan adanya kehidupan asing.

Air di planet Mars Foto : Telegraph.co.uk

Ditemukan kehidupan di planet lain
Para ilmuwan telah menemukan kehidupan di setiap bagian dari bumi. Apakah mereka ditemukan di bawah, gelap dan dingin kedalaman lautan; tersembunyi di bawah es Antartika, atau di gurun kering seperti Gurun Atacama.

Sekeras apa pun kondisi alam, ternyata masih ada kehidupan. Kemungkinan yang sama juga dipegang teguh oleh ilmuwan, bahwa kerasnya alam di Mars atau Venus, masih mungkin ada bakteri yang hidup di sana. Penemuan-penemuan ini telah memungkinkan para ilmuwan untuk kembali meyakini ada kehidupan luar angkasa.

Banyak orang melihat UFO
Setidaknya 100.000 penampakan UFO / alien telah diakui oleh banyak orang selama 50 tahun terakhir. Sekitar 7% dari orang di dunia kita mengklaim telah melihat UFO dan bahkan alien.

Bahkan juru bicara militer juga yakin telah melihat mereka. Menurut banyak orang yang mengamati benda-benda langit untuk mencari tanda-tanda kehidupan, mereka masih mengaku percaya pada asumsi yang berlaku tentang kemungkinan peradaban asing yang ada.